RATUSAN WARGA MENDEMO PT YAMIKA


Kabupaten Serang,din.com// Gegara Penambangan tanah kuburan warga Desa Salira Waringin , Ratusan Warga Unjuk Rasa Dilokasi Galian C yang bertujuan untuk mengambil batu.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas pengalian tanah hutan di kawasan hutan lindung yang diduga dilakukan oleh pihak pengembang.

Aksi Blokade Jalan dan penyetopan para pekerjaan yang mengali tanah galian C.

Memanas, Mereka menuntut penghentian aktivitas pembukaan lahan yang dianggap merusak ekosistem hutan lindung serta dampak dari galian lahan tersebut tidak menutup kemungkinan akan berdampak terjadinya banjir yang diakibatkan dari dari tersebut.

Sementara, Ketua RT 006,RW 002 Desa Salira Inong,mengatakan,” kami merasa sangat dirugikan oleh PT.Yamika bukankah perjanjian nya PT.Yamika dengan Perum Perhutani di wilayah Salira tengah kenapa ia harus merambat kewilayah kami Salira waringin.

Ditambahkan lagi oleh salah satu warga yang merasa bahwa kubur ini adalah hak dari warga kenapa harus di ganggu dan juga tidak menutup kemungkinan bahwa dengan dibuat nya akses jalan kewilayah galian tentu nya bisa jadi galian akan merambat kelahan kuburan warga disini,contoh sudah jelas itu ada batas galian masih juga digarap terus ,” ujarnya sambil menunjukan lahan nya yang diambil oleh PT.Yamika.

Masyarakat atas keresahan yang sebelumnya disampaikan oleh pengurus RT mengatakan agar PT Yamika untuk tidak melakukan pengalian diwilayah tanah kuburan.

Sementara itu dari PT Yamika yang mengaku Sebagai tokoh pemuda,”lahan ini tidak pruduktip jadi kami mencoba untuk menjadikan sebagai lahan yang berpruduktip dengan menanamkan salah satu nya buah durian yang sudah kami siapkan sebanyak 20 batang pohon.

Ditempat yang lain melalui Hp nya kami menanyakan kepada sipemilik galian,” kalau masyarakat mau demo silahkan,tapi ini adakah ujaran kebencian kepada kami mereka demo dengan membawa sebilah alat tajam,juga melemparin mobik beko kami dan juga sampai mengatakan kami ini dengan kata kata yang tidak pas kalau mau demo ya silahkan jangan seperti kaya gitu,”pungkas nya.

Sampai berita ini di turun kan pihak pengusaha yaitu PT.Yamika belum juga hadir untuk menimbun tanah yang sudah dikeruknya.

Berita Terkait

Top